BMKG: Titik Gempa M 7 di Ternate Terdapat Tumbukan 3 Lempeng

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut titik gempa magnitudo 7 di barat daya Ternate terdapat tumbukan tiga lempeng. Pergerakan ketiga lempeng tersebut memicu terjadinya gempa.

"Ada 3 lempeng yang bergerak di situ, yaitu lempeng barat Eurasia, tengah lempeng laut Maluku, dan di sebelah timur ada lempeng Filipina... ini yang bergerak terus sehingga menimbulkan pergerakan yang menyebabkan terjadinya gempa," ujar Supervisor on Duty Pusat Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Tsunami BMKG, Rudy Teguh Imananta, di BMKG, Jalan Angkasa, Jakarta Pusat, Senin (8/7/2019).

Menurut Rudy, secara historis, di sekitar titik gempa pergerakan lempeng cenderung aktif. Ketiga lempeng tersebut saling dorong sehingga menimbulkan gempa. "Secara histori, di daerah situ cenderung aktif, terjadi gempa walaupun tidak signifikan tetapi terus terjadi gempa yang kecil karena ada pergerakan tiga lempeng tektonik, saling mendorong, dan akhirnya menimbulkan gempa kecil yang terjadi di zona tumbukan tersebut," kata dia.

Rudy menjelaskan, pertemuan tiga lempeng tersebut juga membentuk gunung kecil. Namun gunung kecil yang dimaksud adalah tumbukan lempeng sehingga menimbulkan kenaikan lempeng di laut Maluku itu.

"Itu memang ada membentuk suatu tumbukan lempeng, yang dia mungkin membentuk gunung kecil yang ada di situ. Itu sebenarnya adalah tumbukan lempeng dari barat dan dari timur sehingga menimbulkan kenaikan pada lempeng laut Maluku tersebut," kata dia.

Rudy menambahkan bahwa saat ini BMKG terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait keberadaan gunung api bawah laut di titik gempa. Namun sejauh ini hanya terjadi gempa mikro di sekitar gunung itu.

"Jadi untuk koordinasi kami masih tetap berlanjut karena di situ ada kalau kami sebut adalah gunung purba. Itu yang terus kami pantau, tetapi secara tektonik tidak terlalu signifikan. Cuma menimbulkan gempa mikro sekitar gunung purba tersebut," kata dia.

Gempa M 7 terjadi di barat daya Ternate, Maluku utara, Minggu (7/7), pukul 22.08 WIB. Awalnya, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami, namun pada Senin pukul 00.09 WIB BMKG mencabut peringatan tersebut.  (detik.com)