Meningkatkan Budaya Sadar Bencana Sejak Dini

CILACAP - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan edukasi bencana dan pelatihan budaya sadar bencana sejak dini. Pada kesempatan ini SD 03, 05 dan 08 Kabupaten Cilacap yang mendapatkan materi BNPB-BPBD Mengajar (25/8). Materi yang diberikan antara lain pengenalan jenis-jenis bencana, pengenalan tugas BNPB dan BPBD, pemutaran film, dongeng edukasi bencana, penjelasan potensi bencana di Cilacap, simulasi kebakaran dan sebagainya. Anak-anak cukup antusias dan tertarik dengan materi yang diberikan. "Saya cukup senang dan pengetahuan bencananya menjadi bertambah. Jika gempa harus berlindung dibawah meja, lari ke lapangan terbuka. Semoga BNPB sering datang lagi mengajarkan kami" harap Jelita siswi kelas 4 SD ini.

Kepala bidang Humas Rita Rosita mengatakan Cilacap masuk dalam daerah yang memiliki risiko multibahaya kelas tinggi. "Cilacap memiliki skor 215 dalam Indek Risiko Bencana Indonesia. Maka dari itu BNPB hadir di tengah adik-adik SD Cilacap, untuk memberikan pengetahuan bencana agar lebih paham risiko yang ada" ucapnya. Senada dengan kampanye Budaya Sadar Bencana yang digaungkan BNPB. Kepala Pelaksana BPBD Cilacap mengatakan potensi bencana di Cilacap antara lain gempabumi, tsunami, kebakaran, puting beliung, kekeringan dan sebagainya. "Dalam upaya mewujudkan Budaya Sadar Bencana, menyelamatkan diri sendiri dukungan orang sekitar yang menjadi prioritas Kami" ucap Trikomara Sidhy Wijayanto.

Edukasi dan simulasi kebencanaan di lingkungan sekolah merupakan salah satu gerakan sadar bencana untuk mewujudkan masyarakat yang tangguh bencana di lingkungan masing-masing, khususnya di lingkungan sekolah dan masyarakat agar tercipta sekolah yg aman bencana. Sehingga dengan upaya tersebut dapat meminimalisir timbulnya korban jiwa.

Edukasi Bencana Wayang Kulit

Cilacap sebagai Wilayah yg tinggi kerentanannya dalam bencana, perlu ada upaya nyata untuk meningkatkan Kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana. Jika pagi harinya edukasi untuk siswa/siswi, pada malam harinya BNPB bekerjasama dengan BPBD Cilacap menggelar Budaya Sadar Bencana melalui kesenian tradisional Wayang Kulit. Bekerjasama dengan Ki Dalang Gino Guno Carito dengan Lakon Dewaruci di Alun-Alun Kabupaten Cilacap, menyampaikan kisah wayang yang juga dibumbui edukasi bencana agar masyarakat lebih paham karena mempunyai kedekatan dengan dalang yang menyampaikan edukasinya.

Acara wayang dibuka oleh Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji yang disambut ribuan masyarakat yang memadati Alun-Alun. "Terima kasih kepada BNPB yang telah membuat acara edukasi bencana untuk masyarakat Cilacap dalam bentuk kemasan yang menarik dan melestarikan budaya tradisional" ungkapnya.

Gelar wayang Kulit ini semata-mata bukan sebagai ajang hiburan saja, tetapi juga sebagai media edukasi bencana dimana menjadi salah satu upaya dalam risiko bencana. "Masyarakat Cilacap yang hadir disini diharapkan tidak hanya mengikuti kisah yang disampaikan oleh dalang tetapi juga menerima pesan-pesan yang disampaikan dalang terkait dengan bencana" ucap Sarwa Permana, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Tengah mewakili Kapusdatinmas BNPB yang berhalangan hadir.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Tengah yang juga diwakilkan Kalaksa BPBD Jawa Tengah memberikan bantuan secara simbolis kepada korban gempabumi 15 Desember 2017, sebesar Rp.3.3 Millar dari Bantuan Tidak Terduga (BTT) APBD 1 Provinsi Jawa Tengah.(acu).

Gempa Terkini

Waktu Gempa : 11-Nov-19 16:20:59 WIB

Magnitudo : 5.0 SR

Kedalaman : 10 Km

Lokasi : 166 km BaratLaut MALUKUTENGGARABRT

Selengkapnya>>