1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Assessment BPBD Grobogan: Kondisi Terkini Dampak Tanah Gerak…

Assessment BPBD Grobogan: Kondisi Terkini Dampak Tanah Gerak di Desa Sedayu

GROBOGAN — 25 November 2025 , BPBD Kabupaten Grobogan bersama perangkat daerah terkait telah melakukan assessment lapangan terkait kejadian tanah gerak yang terjadi di Desa Sedayu. Pengecekan dan verifikasi kondisi dilakukan untuk memastikan dampak, risiko lanjutan, serta kebutuhan penanganan awal di lokasi.

Dampak Kerusakan di Lokasi

Berdasarkan hasil pengecekan, ditemukan sejumlah kerusakan signifikan akibat pergerakan tanah, antara lain:

  • Kerusakan Jalan Jatipohon–Lebak sepanjang ±150 meter akibat pergeseran badan jalan.
  • Saluran sekunder DI Pucengan sepanjang ±150 meter mengalami retak serta kerusakan yang mengganggu fungsi irigasi.
  • Tebing Kali Sente mengalami longsor sepanjang ±100 meter dengan material longsoran jatuh ke badan sungai.
  • Lahan sawah seluas ±15.000 m² terdampak dengan munculnya retakan dan indikasi pergeseran tanah.

Kerusakan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas pergerakan tanah cukup kuat dan memengaruhi infrastruktur vital serta lahan pertanian warga.

Kondisi Geologi dan Tanda-Tanda Tanah Gerak

Tim assessment juga mendapati sejumlah tanda geologi yang mengindikasikan ketidakstabilan tanah, di antaranya:

  • Munculnya retakan memanjang di beberapa titik permukiman dan area persawahan.
  • Struktur tanah berupa lempung jenuh air, sehingga sangat rawan bergerak.
  • Debit air permukaan dan rembesan meningkat setelah hujan intens selama beberapa hari terakhir.
  • Kontur tebing dan badan jalan berada pada zona labil, sehingga berpotensi mengalami pergerakan lanjutan.

Potensi Ancaman dan Risiko Susulan

Hasil analisis menunjukkan bahwa potensi pergerakan susulan masih cukup tinggi, terutama saat curah hujan meningkat. Selain itu, terdapat risiko:

  • Akses jalan vital terputus apabila tidak segera dilakukan penanganan awal.
  • Gangguan saluran irigasi yang dapat memengaruhi distribusi air pertanian dan produktivitas lahan.
  • Potensi perluasan retakan yang dapat mengancam permukiman warga di sekitar zona labil.

Rekomendasi Teknis dan Tindak Lanjut

Untuk mengantisipasi risiko lanjutan, BPBD bersama instansi terkait menyusun langkah darurat hingga jangka panjang sebagai berikut:

1. Jangka Pendek / Darurat

  • BPBD memasang rambu peringatan dan membatasi aktivitas berat di area retakan.
  • ESDM Provinsi Jateng, menutup retakan dengan lempung, Mencegah air mengalir masuk retakan sampai nanti pas musim kemarau. (jangka panjang) bisa dibangun infrastruktur penguat serta penghijaun dengan menanam pohon-pohonan berakar tunjang di lokasi atas maupun di pematang tanah-tanah yang rawan bergerak.
  • DPUPR melakukan penanganan darurat jalan agar akses tetap terbuka dan aman.
  • Dinas Pertanian melakukan pendataan kerusakan lahan pertanian terdampak.
  • DLH melakukan kajian lingkungan terkait kestabilan lereng dan aliran air permukaan.
  • Pemerintah Desa Sedayu melakukan pemantauan harian dan melaporkan jika ada pergerakan baru.

2. Jangka Menengah dan Panjang

  • DPUPR menyusun perencanaan teknis perbaikan jalan dan penanganan lereng secara permanen.
  • ESDM Provinsi Jateng, bisa dibangun infrastruktur penguat serta penghijaun dengan menanam pohon-pohonan berakar tunjang di lokasi atas maupun di pematang tanah-tanah yang rawan bergerak.
  • Rehabilitasi dan rekonstruksi saluran sekunder DI Pucengan oleh instansi berwenang.
  • Melakukan kajian geologi lanjutan untuk menentukan zona aman dan tingkat kerawanan wilayah.
  • Melakukan penguatan vegetasi serta pengaturan sistem drainase untuk mengurangi kejenuhan tanah.

Imbauan BPBD

BPBD Kabupaten Grobogan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi pergerakan tanah susulan, terutama pada periode curah hujan tinggi. Setiap perkembangan di lapangan akan terus diperbarui melalui kanal resmi BPBD.

Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan.

Bagikan :