Grobogan (05/03/2026) -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan melaksanakan kegiatan assessment kondisi jembatan yang berada di Desa Tlogorejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya pemantauan serta identifikasi potensi risiko yang dapat menimbulkan dampak bagi masyarakat sekitar.
Berdasarkan hasil assessment di lapangan, jembatan tersebut merupakan jembatan dengan kewenangan Kabupaten yang berada di aliran *Avour Kali Kliteh. Jembatan ini memiliki konstruksi *beton dengan panjang sekitar *±10 meter, lebar jalan *±2 meter*, serta tinggi jembatan sekitar *±2 meter*. Jembatan ini memiliki fungsi penting sebagai jalur *mobilitas pertanian bagi masyarakat setempat.
Dari hasil pengamatan, jembatan yang telah beroperasi selama bertahun-tahun ini memiliki ketinggian yang relatif rendah. Kondisi tersebut menyebabkan *air sungai sering meluap melewati badan jembatan saat musim penghujan, sehingga memicu terjadinya genangan atau banjir di wilayah sekitar. Selain itu, saat debit air meningkat, *sampah juga sering menumpuk pada badan jembatan sehingga memperparah kondisi aliran air.
Dampak dari kondisi tersebut antara lain *terganggunya mobilitas kegiatan pertanian masyarakat, meningkatnya **risiko keselamatan bagi pengguna jembatan, serta adanya *potensi kerusakan lanjutan pada struktur jembatan apabila tidak segera dilakukan penanganan.
Sebagai tindak lanjut dari hasil assessment tersebut, beberapa rekomendasi disampaikan, di antaranya *pembangunan jembatan baru dengan konstruksi yang lebih tinggi, **pemasangan rambu peringatan bagi pengguna jalan, serta *monitoring dan evaluasi secara berkala, khususnya saat memasuki musim penghujan.
Kegiatan assessment ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan dan tindak lanjut perbaikan jembatan, sehingga keselamatan masyarakat serta kelancaran aktivitas pertanian di wilayah Desa Tlogorejo dapat terus terjaga.
Gerak Bersama Mewujudkan Grobogan Tangguh Bencana








