Grobogan, 11 Mei 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan melalui Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) melaksanakan kegiatan assessment kejadian tanah longsor di dua lokasi berbeda pada Senin (11/05/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan kejadian bencana guna memperoleh data lapangan secara akurat sebagai dasar penanganan dan mitigasi pascabencana.
Lokasi pertama assessment dilaksanakan di Dusun Semutan RT 01 RW 07, Desa Jetaksari, Kecamatan Pulokulon. Berdasarkan hasil assessment di lapangan, kejadian tanah longsor dipicu oleh gerusan saluran air sungai yang mengakibatkan tebing mengalami longsor dan mengancam bangunan rumah warga.
Longsoran tercatat memiliki panjang sekitar 20 meter, tinggi 3 meter, dan lebar sekitar 6 meter. Dampak dari kejadian tersebut mengakibatkan rumah milik Bapak Musthofa berada dalam kondisi terancam longsor akibat kondisi tebing yang semakin tergerus.
Sebagai langkah tindak lanjut, BPBD Kabupaten Grobogan melakukan koordinasi bersama pemerintah desa setempat untuk penanganan lebih lanjut. Selain itu, direkomendasikan beberapa upaya penanganan darurat guna mencegah erosi yang lebih parah apabila terjadi hujan susulan, pemasangan rambu peringatan pada area rawan, serta penyusunan rencana mitigasi jangka panjang berupa penguatan tebing melalui pemasangan bronjong maupun penanaman vegetasi sebagai langkah pencegahan longsor di masa mendatang.
Sementara itu, lokasi kedua assessment dilaksanakan di Dusun Balong RT 06 RW 01, Desa Keyongan, Kecamatan Gabus. Berdasarkan hasil kajian awal, kejadian tanah longsor dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan disertai meningkatnya debit air sungai yang menyebabkan terjadinya longsoran pada beberapa titik.
Pada lokasi pertama, longsoran terjadi di area sekitar Sungai Balong dengan panjang mencapai sekitar 35 meter dan ketinggian sekitar 20 meter. Dampak dari kejadian ini mengakibatkan area makam umum desa mengalami longsor, sehingga memerlukan perhatian dan penanganan lanjutan guna mencegah perluasan dampak.
Sedangkan pada lokasi kedua, longsoran dengan panjang sekitar 10 meter dan tinggi sekitar 2 meter mengakibatkan jalan kabupaten ruas Keyongan–Sragen mengalami gerusan, sehingga berpotensi mengganggu aksesibilitas masyarakat apabila kondisi terus berkembang.
Berdasarkan hasil assessment awal, BPBD Kabupaten Grobogan merekomendasikan langkah penanganan darurat sebagai upaya mencegah erosi lanjutan, khususnya apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Selain itu, koordinasi bersama pemerintah desa dan pihak terkait terus dilakukan guna menentukan langkah penanganan yang tepat, termasuk pemasangan rambu peringatan di lokasi rawan serta penyusunan mitigasi jangka panjang berupa penguatan tebing melalui bronjong dan vegetasi penahan longsor.
BPBD Kabupaten Grobogan mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di sekitar bantaran sungai maupun wilayah rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama pada saat curah hujan tinggi. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila ditemukan tanda-tanda longsor maupun kondisi lingkungan yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Salam tangguh, salam kemanusiaan.












