Purwodadi, 15 Agustus 2026 — Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan BPBD Kabupaten Grobogan menjadi narasumber dalam Seminar Nasional “Disaster Emergency Response: Peran Civitas Akademika dalam Penanganan Korban Bencana secara Cepat, Tepat, dan Aman” yang diselenggarakan di Universitas An Nur Purwodadi, Sabtu (15/8/2026).
Seminar nasional tersebut menjadi sarana edukasi dan peningkatan kapasitas bagi civitas akademika dalam memahami peran perguruan tinggi dalam penanggulangan bencana, khususnya pada tahap tanggap darurat dan penanganan korban bencana.
Dalam kegiatan tersebut, Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Grobogan menyampaikan materi mengenai penanganan korban bencana secara cepat, tepat, dan aman. Materi meliputi pentingnya kesiapsiagaan, asesmen kondisi di lapangan, koordinasi lintas sektor, penerapan prosedur keselamatan, serta langkah-langkah penanganan awal terhadap korban bencana.
Selain penyampaian materi secara teori, kegiatan seminar juga dilanjutkan dengan praktik simulasi penanganan korban bencana. Melalui simulasi tersebut, peserta mendapatkan pengalaman secara langsung mengenai bagaimana melakukan tindakan awal terhadap korban dalam situasi darurat dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan penolong, korban, maupun lingkungan sekitar.
Praktik simulasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan keterampilan peserta, sehingga pengetahuan yang diperoleh tidak hanya bersifat teoritis, tetapi dapat diterapkan ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan di lapangan.
Keterlibatan civitas akademika dalam penanggulangan bencana memiliki peran strategis. Mahasiswa dan tenaga pendidik tidak hanya menjadi bagian dari masyarakat yang perlu memiliki pengetahuan kebencanaan, tetapi juga dapat berkontribusi melalui edukasi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta dukungan dalam upaya penanganan bencana.
Melalui pelaksanaan Seminar Nasional Disaster Emergency Response ini, diharapkan semakin terbangun sinergi antara BPBD, perguruan tinggi, mahasiswa, tenaga pendidik, dan masyarakat dalam meningkatkan kapasitas serta kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam mewujudkan penanganan korban bencana yang cepat, tepat, aman, dan terkoordinasi, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana.
Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan.
Gerak Bersama Mewujudkan Grobogan Tangguh Bencana.














