Rabu, 9 Juli 2025, Telah dilaksanakan kegiatan Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) untuk Desa Wandankemiri dan Desa Menawan Kecamatan Klambu Kab. Grobogan bertempat di Balai Desa Wandankemiri.
Acara tersebut dihadiri oleh Camat Klambu, Kepala Desa Wandankemiri, Kepala Desa Menawan, Babinsa, Perangkat Desa, serta perwakilan masyarakat lainnya yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan pada hari pertama ini.
Diawali dengan ucapan selamat datang dari Kepala Desa Wandankemiri, dilanjutkan dengan perayaan sekaligus pembukaan secara resmi oleh Bapak Camat Klambu. Setelah itu, berbagai pihak dari BPBD Kabupaten Grobogan disampaikan oleh Bapak Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pelatihan yang dipandu oleh Tim Fasilitator Destana. Pelatihan ini menjadi bagian penting dalam membentuk kapasitas masyarakat desa agar lebih tangguh dan siaga dalam menghadapi potensi bencana.
Kamis, 10 Juli 2025
Pengukuhan 2 Desa Tangguh Bencana
Hari kedua pembentukan Destana Desa Wandankemiri dan Desa Menawan Kecamatan Klambu,
Fokus pada penyelesaian penyusunan peta partisipatif yang telah dimulai pada hari sebelumnya, melanjutkan proses pemetaan wilayah, yang mencakup identifikasi lokasi rawan bencana, tingkat risiko, jalur evakuasi, serta titik kumpul aman. Masing-masing perwakilan desa kemudian diberikan kesempatan untuk memahami peta yang telah disusun, sekaligus menjelaskan potensi ancaman, risiko, serta strategi penyebaran yang direncanakan sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.
Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan bagan alur komando yang akan diterapkan jika terjadi bencana, guna memastikan adanya jalur komunikasi dan koordinasi yang jelas dan efektif.
Destana dibangun melalui proses penguatan kapasitas masyarakat, penguatan kelembagaan desa, serta penyusunan rencana kontinjensi dan peta risiko bencana yang partisipatif. Masyarakat tidak hanya menjadi objek perlindungan, tetapi justru menjadi pelaku utama dalam pengurangan risiko bencana. Dengan pendekatan inklusif dan berbasis kearifan lokal, setiap elemen masyarakat—termasuk perempuan, anak, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya—dilibatkan dalam setiap tahapan kegiatan.
Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan pengukuhan Pengurus FPRB dan Tim Relawan Desa yang secara resmi menggunakan SK Kepala Desa. Pengukuhan disaksikan langsung oleh perwakilan dari Kecamatan Klambu dan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Grobogan.










