1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UPDATE LAPORAN AWAL KEJADIAN BENCANA BANJIR DI KABUPATEN…

UPDATE LAPORAN AWAL KEJADIAN BENCANA BANJIR DI KABUPATEN GROBOGANSenin, 16 Februari 2026 | Pukul 20.00 WIB

๐Ÿ“ Kabupaten Grobogan

BPBD Kabupaten Grobogan melaporkan telah terjadi bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Grobogan pada Senin, 16 Februari 2026. Banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Grobogan sejak Minggu, 15 Februari 2026 pukul 21.00 WIB hingga Senin, 16 Februari 2026 pukul 05.00 WIB, serta adanya kiriman air dari hulu Sungai Glugu, Sungai Jajar, Sungai Tuntang, dan Sungai Lusi. Kondisi tersebut menyebabkan sungai tidak mampu menampung debit air sehingga meluap dan menggenangi permukiman warga di beberapa kecamatan.

Berdasarkan data sementara, banjir berdampak pada sekitar 9.000 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 42 desa pada 10 kecamatan, yaitu Kecamatan Kedungjati, Tegowanu, Gubug, Purwodadi, Karangrayung, Geyer, Toroh, Pulokulon, Penawangan, dan Godong. Selain merendam ribuan rumah warga, banjir juga mengakibatkan 1 unit rumah mengalami rusak berat serta beberapa titik tanggul sungai mengalami jebol, di antaranya tanggul Sungai Cabean di Desa Tajemsari Kecamatan Tegowanu, tanggul Sungai Jajar Baru di Desa Mojoagung Kecamatan Karangrayung, tanggul Sungai Jratun di Desa Kebonagung Kecamatan Tegowanu, serta tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding Kecamatan Godong.

Ketinggian air yang menggenangi permukiman warga bervariasi antara 10 cm hingga mencapai 1 meter di beberapa lokasi, seperti di Perumahan Permata Hijau Kelurahan Kalongan Kecamatan Purwodadi. Selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi jalan desa, jalan kabupaten, area persawahan, serta fasilitas umum lainnya. Di beberapa wilayah, warga terpaksa melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman.

BPBD Kabupaten Grobogan bersama unsur terkait segera melakukan langkah-langkah penanganan, di antaranya menerima dan memverifikasi laporan kejadian, melakukan pemantauan intensif melalui jaringan komunikasi kebencanaan, melaksanakan evakuasi warga terdampak di sejumlah lokasi seperti Kecamatan Toroh, Purwodadi, dan Godong, serta mendistribusikan bantuan logistik kepada warga terdampak di beberapa kecamatan. Selain itu, BPBD juga melakukan kerja bakti bersama masyarakat dan pihak terkait untuk penanganan darurat, termasuk peninggian tanggul sungai dan upaya pengurangan dampak banjir.

Berdasarkan pantauan terkini, sebagian wilayah yang terdampak banjir telah berangsur surut. Namun demikian, masih terdapat beberapa desa yang masih tergenang air, terutama di Kecamatan Purwodadi, Toroh, Tegowanu, Penawangan, Godong, dan Gubug. BPBD Kabupaten Grobogan terus melakukan pemantauan perkembangan kondisi banjir, termasuk memonitor elevasi muka air sungai di beberapa titik pantau seperti Bendung Sedadi, Bendung Klambu, dan Pos Menduran.

BPBD Kabupaten Grobogan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan. Masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada BPBD atau aparat setempat apabila terjadi kondisi darurat kebencanaan.

BPBD Kabupaten Grobogan akan terus melakukan upaya penanganan, pendataan, serta koordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan keselamatan masyarakat dan mempercepat penanganan dampak bencana banjir.

Untuk informasi kebencanaan dan perkembangan situasi terkini, masyarakat dapat mengakses melalui laman resmi BPBD Kabupaten Grobogan di:
https://sigana.bpbd.grobogan.go.id/

BPBD Kabupaten Grobogan
Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan

Bagikan :