Grobogan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) merilis Infografis Kejadian Bencana dan Musibah Semester I Tahun 2026 untuk periode 1 Januari hingga 30 Juni 2026. Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat sebanyak 107 kejadian bencana dan musibah yang terjadi di berbagai wilayah Kabupaten Grobogan. Data ini merupakan bagian dari upaya BPBD dalam menyajikan informasi kebencanaan secara transparan sekaligus sebagai bahan evaluasi dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.
Dari total kejadian tersebut, kebakaran menjadi jenis kejadian yang paling banyak terjadi dengan 36 kejadian, diikuti angin kencang sebanyak 24 kejadian, kejadian lainnya sebanyak 21 kejadian, tanah longsor sebanyak 14 kejadian, banjir sebanyak 11 kejadian, dan kekeringan sebanyak 1 kejadian.
Sebaran kejadian menunjukkan bahwa hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Grobogan mengalami bencana maupun musibah. Kecamatan Purwodadi menjadi wilayah dengan jumlah kejadian tertinggi, yakni 22 kejadian, disusul Toroh sebanyak 19 kejadian, Grobogan dan Wirosari masing-masing 12 kejadian, serta Godong, Gubug, dan Klambu masing-masing 10 kejadian. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah-langkah mitigasi dan peningkatan kesiapsiagaan di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.
Adapun dampak yang ditimbulkan dari seluruh kejadian selama Semester I Tahun 2026 meliputi 11 orang meninggal dunia, 5 orang mengalami luka-luka, 14.895 rumah terendam banjir, 33 rumah mengalami rusak berat, 17 rumah rusak sedang, dan 197 rumah rusak ringan. Besarnya dampak tersebut menunjukkan bahwa bencana tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga berdampak pada keselamatan jiwa dan aktivitas masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Grobogan mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana sesuai karakteristik wilayah dan musim yang sedang berlangsung. Masyarakat juga diharapkan berperan aktif dalam upaya mitigasi, menjaga lingkungan, serta segera melaporkan setiap kejadian bencana kepada BPBD agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
BPBD Kabupaten Grobogan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, TNI, Polri, relawan, dunia usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan penanggulangan bencana yang efektif. Melalui penyajian infografis ini, diharapkan masyarakat semakin memahami kondisi kebencanaan di Kabupaten Grobogan dan turut membangun budaya sadar bencana demi mewujudkan Grobogan yang aman, tangguh, dan siap menghadapi bencana









