Grobogan — Rabu, 1 April 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan melaksanakan kegiatan asesmen sekaligus pendistribusian bantuan logistik bagi korban bencana tanah longsor di Desa Ngaraparap, Kecamatan Ngaringan.
Kejadian tanah longsor tersebut dipicu oleh erosi aliran Sungai Lusi yang menggerus tebing sungai di sekitar permukiman warga. Kondisi tersebut menyebabkan tanah di sekitar bantaran sungai menjadi labil dan akhirnya longsor, sehingga berdampak langsung terhadap rumah warga.
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, tercatat sebanyak 4 rumah warga terdampak akibat kejadian tersebut. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3 Kepala Keluarga (KK) telah melakukan relokasi sementara ke tempat yang lebih aman guna menghindari potensi longsor susulan. Sementara itu, 1 KK lainnya masih dalam kondisi terancam karena lokasi rumah yang sangat dekat dengan titik longsor.
Dalam upaya penanganan darurat, BPBD Grobogan juga menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak sebagai bentuk dukungan pemenuhan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.
Selain itu, BPBD Grobogan turut melakukan koordinasi dengan perangkat desa setempat serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana guna membahas langkah penanganan lebih lanjut, khususnya terkait penanganan tebing sungai dan upaya mitigasi agar tidak terjadi longsor susulan.
BPBD Grobogan mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan daerah rawan longsor, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang dapat memperparah kondisi tanah dan memicu longsor susulan.
BPBD Grobogan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keselamatan warga serta percepatan penanganan dampak bencana.










