Pemerintah Kabupaten Grobogan melalui BPBD Kabupaten Grobogan melaporkan perkembangan terkini kejadian bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Grobogan akibat curah hujan dengan intensitas tinggi disertai luapan Sungai Lusi.
Kejadian banjir terjadi pada Minggu, 12 April 2026, mulai pukul 14.30 WIB hingga 17.00 WIB. Intensitas hujan yang tinggi dalam durasi cukup lama menyebabkan peningkatan debit air sungai yang tidak mampu tertampung, sehingga mengakibatkan banjir genangan hingga banjir bandang di beberapa titik.
Secara umum, banjir berdampak pada 8 desa yang tersebar di 5 kecamatan, dengan jumlah warga terdampak mencapai 445 Kepala Keluarga (KK).
Di wilayah Kecamatan Purwodadi, banjir terjadi di beberapa titik. Di Desa Karanganyar, air menggenangi jalan perkampungan dan pekarangan warga dengan ketinggian 5–10 cm dan saat ini dalam kondisi stabil. Sementara itu, di Lingkungan RW 01 Jajar, banjir masih menggenangi 331 rumah warga dengan ketinggian 30–40 cm. Kondisi serupa juga terjadi di RW 22 Banaran (75 rumah) dan RW 02 Kemasan (65 rumah), dengan ketinggian air berkisar 30–40 cm dan hingga saat ini masih dalam kondisi tergenang.
Di Kecamatan Tawangharjo, tepatnya di Desa Jono, banjir menggenangi akses jalan masuk desa dengan ketinggian 10–30 cm. Saat ini kondisi air dilaporkan berangsur surut.
Selanjutnya di Kecamatan Toroh, banjir bandang terjadi di Desa Boloh, khususnya di Dusun Kayen dan Dusun Kaluwan. Air dari kawasan hutan masuk ke permukiman warga dan menggenangi jalan perkampungan dengan ketinggian 10–25 cm. Di Dusun Kaluwan tercatat 4 rumah warga terdampak dengan ketinggian air 5–10 cm. Saat ini kondisi banjir telah surut.
Di wilayah Kecamatan Geyer, tepatnya di Desa Monggot Dusun Gaji, banjir bandang juga terjadi akibat limpasan air dari hutan yang masuk ke permukiman warga dan menggenangi beberapa rumah. Kondisi terkini dilaporkan sudah surut.
Sementara itu, di Kecamatan Wirosari, banjir bandang terjadi di Desa Mojorebo Dusun Getas dengan ketinggian air mencapai 10–30 cm yang menggenangi sejumlah rumah warga. Saat ini kondisi banjir juga telah surut.
Sebagai upaya penanganan, BPBD Kabupaten Grobogan telah melakukan berbagai langkah, antara lain menerima laporan serta memantau perkembangan banjir secara real-time melalui grup komunikasi kebencanaan, melaksanakan asesmen langsung ke lokasi terdampak, memantau Tinggi Muka Air (TMA) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Lusi pada beberapa titik strategis seperti Bendung Dumpil, Bendung Klambu, Pos Menduran, dan Bendung Sedadi, serta menyusun laporan kejadian sebagai dasar pengambilan kebijakan lebih lanjut.
BPBD Kabupaten Grobogan mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi, serta segera melaporkan apabila terdapat kondisi darurat di wilayah masing-masing.
Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan.












