Grobogan, 31 Juli 2026 – BPBD Kabupaten Grobogan kembali melaksanakan pendistribusian bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Pada Jumat (31/7/2026), sebanyak 30.000 liter air bersih disalurkan menggunakan 2 (dua) unit truk tangki BPBD ke sejumlah wilayah di Kecamatan Kedungjati dan Kecamatan Gubug.
Kegiatan pendistribusian ini merupakan salah satu upaya BPBD Kabupaten Grobogan dalam membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau.
Adapun rincian lokasi pendistribusian bantuan air bersih meliputi:
- 5.000 liter untuk Dusun Nglangu RT 04 RW 02, Desa Karanglangu, Kecamatan Kedungjati.
- 5.000 liter untuk Dusun Nglangu RT 02 RW 02, Desa Karanglangu, Kecamatan Kedungjati.
- 5.000 liter untuk Dusun Kedungbunder RT 02 RW 11, Desa Kedungjati, Kecamatan Kedungjati.
- 5.000 liter untuk Dusun Sumberjo RT 03 dan RT 04 RW 09, Desa Kedungjati, Kecamatan Kedungjati.
- 5.000 liter untuk Dusun Sasak RT 06 RW 02, Desa Penadaran, Kecamatan Gubug.
- 5.000 liter untuk Dusun Tegal Rejo RT 01 RW 03, Desa Penadaran, Kecamatan Gubug.
Dengan total bantuan sebanyak 30.000 liter, diharapkan kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak dapat terpenuhi, sehingga aktivitas sehari-hari tetap dapat berjalan dengan baik di tengah kondisi kemarau.
BPBD Kabupaten Grobogan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi kekeringan di berbagai wilayah serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait untuk memastikan pendistribusian bantuan air bersih dapat dilakukan secara cepat, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
BPBD Kabupaten Grobogan juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana serta menjaga kelestarian sumber daya air. Apabila terjadi krisis air bersih di wilayahnya, masyarakat diharapkan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa atau melaporkan kepada BPBD Kabupaten Grobogan agar dapat segera ditindaklanjuti.
Melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan dampak kekeringan pada musim kemarau tahun 2026 dapat diminimalkan serta kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan.













