1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Infografis Kekeringan Kabupaten Grobogan 2026: Realisasi Pendistribusian 250.000…

Infografis Kekeringan Kabupaten Grobogan 2026: Realisasi Pendistribusian 250.000 Liter Air Bersih Periode 20 Juni–17 Juli 2026

Grobogan, 17 Juli 2026 – BPBD Kabupaten Grobogan terus mengoptimalkan penanganan dampak bencana kekeringan melalui pendistribusian bantuan air bersih kepada masyarakat yang mengalami krisis air bersih di sejumlah wilayah. Selama periode 20 Juni hingga 17 Juli 2026, BPBD Kabupaten Grobogan telah merealisasikan pendistribusian 250.000 liter air bersih atau setara dengan 50 tangki menggunakan armada truk tangki BPBD.

Pendistribusian air bersih dilakukan berdasarkan hasil asesmen lapangan dan permohonan dari pemerintah desa maupun masyarakat yang terdampak kekeringan. Hingga pertengahan Juli 2026, bantuan air bersih telah menjangkau 8 kecamatan dengan total 16 desa yang mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih.

Adapun wilayah yang telah menerima bantuan meliputi:

  • Kecamatan Grobogan: Desa Grobogan, Desa Putatsari, dan Desa Tanggungharjo.
  • Kecamatan Purwodadi: Desa Purwodadi, Desa Kalongan, Desa Warukaranganyar, dan Desa Ngembak.
  • Kecamatan Toroh: Desa Tunggak dan Desa Depok.
  • Kecamatan Wirosari: Desa Gedangan.
  • Kecamatan Kedungjati: Desa Kedungjati.
  • Kecamatan Geyer: Desa Monggot dan Desa Asemrudung.
  • Kecamatan Tawangharjo: Desa Pojok.
  • Kecamatan Kradenan: Desa Sambongbangi dan Desa Sengonwetan.

Musim kemarau yang menyebabkan menurunnya debit sumber air di sejumlah wilayah menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Grobogan terus melakukan pemantauan, asesmen, serta pendistribusian bantuan air bersih secara bertahap agar kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat terpenuhi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Grobogan menegaskan bahwa pendistribusian air bersih akan terus dilakukan selama masih terdapat wilayah yang mengalami kekurangan air bersih. BPBD juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, instansi terkait, serta berbagai pihak untuk memastikan penanganan dampak kekeringan dapat berjalan secara cepat, tepat, dan merata.

BPBD Kabupaten Grobogan mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijaksana, menghemat pemakaian air bersih, serta segera melaporkan kepada pemerintah desa atau BPBD apabila wilayahnya mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih agar dapat segera dilakukan penanganan.

Dengan semangat kebersamaan dan pelayanan kemanusiaan, BPBD Kabupaten Grobogan berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam upaya mengurangi dampak bencana kekeringan serta mewujudkan pelayanan yang cepat, tanggap, dan tepat sasaran.

Bagikan :